09 September 2010

SALAM 'EIDUL FITRI' BUAT UMAT ISLAM DAN BELIA MALAYSIA


Sempena berlalunya Ramadhan dan bermulanya 1 shawal adalah menandakan (sepatutnya) kita terbebas dari neraka (Muttaqim) seperti yang nyata dikhabarkan oleh Rasululah. Allah Maha Besar dia pasti menguji hamba-Nya dari semua bentuk dan yang paling nya ialah Iman seseorang itu. Setelah Qiamulai sepenuh bulan Ramadhan dilakukan, Allah mempamirkan bagai mana Al Quran dibakar oleh Gereja pimpinan paderi Father Terry Jones la'natullah dari Gereja Dove World Outreach Center, Florida, Amerika Syarikat yang mengisytiharkan 11.09.2010 sebagai Hari Pembakaran Al Quran Antarabangsa. Muhasabahlah erti Ramadhan yang telah berlalu jangan sekadar penat dan dahaga sahaja.

Kami Persatuan Belia Waja Watan (PB2W) Mengutuk keras perbuatan tidak bermoral dan tidak Bertamadun tersebut serta tidak mengerti menghormati hak asasi orang lain.

03 September 2010

NASIB MALANG TNI ADANYA BEKAS JENERAL YANG MAKAN UPAH

GANYANG MALAYSIA ~~~???


Kenapalah adanya pemimpin Veteran Negara Republik Indonesia tak pakai kepala otak tapi pakai kepala lutut, malang memang teramat malang sekadar hendak menutup kemiskinan yang melarat di Indonesia.

25 Julai 2010

KONSPIRASI PERANG DUNIA KE IV

Berabad silam, suku bangsa kuno seperti Suku Maya, Suku Hopi, Kaliyuga, Aztec, dan juga Mesir Kuno telah meramalkan di dalam sistem kalender kuno mereka jika pada akhir tahun 2012 dunia lama akan berakhir dan dunia baru akan muncul. Peperangan atau konflik berskala luas merupakan ‘barang mainan’ kaum Konspirasi sejak lama. Berbagai revolusi besar dunia seperti revolusi Inggris dan Perancis, memang sengaja dirancang oleh mereka.

Bahkan banyak literatur menyatakan jika Jenderal Albert Pike, seorang Jenderal AS dalam Perang Saudara yang gemar dengan segala sesuatu yang bersifat mistis, jauh-jauh hari telah merancang skenario perang dunia sampai tahap Perang Dunia II yang dirancangnya terjadi di abad millennium ketiga ini.

Memasuki abad ke-21, setelah menggelar Konferen Zionis Internasional I di Basel, Swiss, pada tahun 1897, yang mengesahkan Protocolat Zionis sebagai agenda bersama gerakan Konspirasi untuk menguasai dunia. Emas dan propaganda merupakan dua komponen utama yang dipergunakan sebagai senjata kelompok ini.

Nyaris seluruh Eropa telah berada dalam cengkeraman kuku-kuku mereka. Demikian pula dengan Amerika Serikat. Namun mereka menghendaki agar Eropa boleh di design semula sesuai dengan kepentingan mereka, di mana Eropa yang tidak bersatu dan penuh konflik di dalamnya. Sebab itu, pecahlah Perang Dunia I yang disusul pula dengan Perang Dunia II. Kedua perang besar dengan korban puluhan juta nyawa manusia ini diangap berhasil guna mendesain ulang peta politik dan perekonomian dunia.

Pasca Perang Dunia II, mesin propaganda Konspirasi menanamkan kepada otak seluruh manusia—terutama Barat—bahwa bangsa Yahudi telah dibuat begitu menderita dalam perang tersebut dengan terjadinya upaya pembasmian etnis Yahudi yang dilakukan Nazi Jerman. Tragedi Holokous dijadikan berhala baru dalam peta politik dunia di mana tidak seorang pun boleh mempertanyakan keabsahannya. “Dengan adanya mitos holokous ini, Barat yang dibuat merasa begitu berdosa diperas habis-habisan oleh kekuatan ini, ” demikian Prof. Norman G. Finkelstein dalam bukunya “The Holocoust Industry”.

Bangsa Yahudi pun telah berhasil mendirikan “Negara” di atas tanah milik bangsa Palestina dengan dukungan lobi politik Negara-negara Barat.

Guna melicinkan jalan menguasai dunia, maka Konspirasi mendirikan sebuah badan super power yang seluruh kebijakannya berada dan berlaku di atas kebijakan negara-negara yang ada yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations). PBB didirikan di San Francisco, AS, pada 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington, DC. Sidang Umum yang pertama, dihadiri wakil dari 51 negara, berlangsung pada 10 Januari 1946 di London. Sebelumnya PBB ini bernama Liga Bangsa-Bangsa.

Badan Internasional ini diperlengkapi dengan lembaga-lembaga di bawahnya yang mencakup hampir semua bidang kehidupan manusia di bumi ini, seperti kesehatan (WHO), pangan (FAO), perbankan atau perekonomian (World Bank dan IMF), dan sebagainya. Sesungguhnya, PBB ini merupakan satu rintisan ke arah tatanan dunia baru yang menghendaki adanya satu super pemerintahan yang berhak mengatur negara-negara lainnya.

Dalam perjalanannya, PBB terbukti menjadi alat bagi kepentingan imperialisme Barat terhadap negeri-negeri selatan. Dalam segala hal, PBB senantiasa mengambil kebijakan yang menguntungkan kaum Konspirasi. Jika pun ada resolusi yang keluar bagi Israel, misalnya, maka hal tersebut hanyalah sebuah resolusi di atas kertas yang tidak memiliki dampak apa pun terhadap Israel. Namun jika ada satu saja resolusi PBB bagi negeri-negeri Islam, maka resolusi itu wajib dipatuhi dan dilaksanakan, bahkan jika perlu dengan ancaman senjata dari negara besar seperti AS dan sekutunya.

Perang Dunia Akhir Zaman

Perang Dunia Akhir Zaman Kontrol Populasi Dunia Begitu banyak fakta-fakta konspirasi dan ketidakadilan menyangkut PBB. Namun ada satu konspirasi PBB yang luput dari perhatian khalayak ramai yakni tentang rencana Konspirasi untuk mengurangi populasi dunia sehingga dunia ini hanya dihuni oleh 500 juta manusia. Hal ini berarti pengurangan sekitar 93% penduduk dunia.

Hal tersebut berangkat dari pemikiran bahwa dunia dengan segala kekayaan alamnya, dengan seluruh ekosistemnya, rantai makanannya, serta sistem alamiah yang ada, tidak akan sanggup untuk menopang kehidupan umat manusia sebanyak sekarang—sekitar 6 miliar orang—dengan baik. Untuk menciptakan satu dunia yang lebih baik, maka diperlukan pengurangan jumlah populasi umat manusia sebanyak 93%-nya atau dunia ini hanya mampu untuk menopang kehidupan 500 juta manusia.

Yang unik, Desember 2012 merupakan waku yang ditentukan oleh pihak Konspirasi untuk memulai program ini secara besar-besaran. Belum ada satu pun pihak yang mengetahui secara pasti mengapa Konspirasi mematok awal program yang akan mengurangi jumlah umat manusia secara drastis ini pada Desember 2012.

Temuan-temuan berkenaan dengan waktu tersebut sungguh mengagetkan. Berabad silam, suku bangsa kuno seperti Suku Maya, Suku Hopi, Kaliyuga, Aztec, dan juga Mesir Kuno telah meramalkan di dalam sistem kalender kuno mereka jika pada akhir tahun 2012 dunia lama akan berakhir dan dunia baru akan muncul. Perhitungan suku-suku kuno ini berdasarkan pada pergerakan bintang-bintang dan berbagai ramalan mistis yang ada.

Di abad milenium, ketika sebagian dinding Pentagon hancur ditabrak misil yang mirip sebuah pesawat jet kecil pada tanggal 11 September 2001 (baca Eramuslim Digest edisi 911 tentang kebohongan-kebohongan AS soal peristiwa WTC), segelintir elit AS yang juga merupakan tokoh-tokoh Konspirasi Paganisme Modern ini menginginkan agar Pentagon diubah dan dimodernisasi lebih canggih lagi dengan berbagai peralatan yang terkomputerisasi.

Batas waktu bagi upaya modernisasi Pentagon ini adalah Desember 2012!

12 Julai 2010

ATM (DARAT) KE ARAH KEMANTAPAN "MARKSMAN ABAD KE 21"

Anda tidak perlu menjadi seorang tentera untuk menjadi Marksman, sebaliknya keinginan dan keazaman yang akan menjadikan anda dan organisasi anda Marksman, Justeru itu, Marksman Abad ke 21 mencabar para pemimpin organisasi supaya menjadi “Marksman” bagi memastikan organisasi mereka terus berjaya dan releven dengan mengimbangkan, memoptimunkan dan memanfaatkan sumber yang ada bagi menangani cabaran perniagaan dengan cekap dan berkesan.

Jen. (B) Tan Sri Dato' Seri Abdul Aziz Zainal

“Intisari kredibiliti ialah memastikan kita terus relevan dengan berada di hadapan”

Budaya Marksman bertujuan untuk memberi nafas baru kepada nilai-nilai teras Tentera Darat Malaysia dan beransur-ansur menyerap kedalam tradisi amalan kerja harian dan pengiktirafan kejayaan individu dalam organisasinya. Perlu difahami bahawa budaya Marksman berkembang dengan pesat daripada profesionalisme ketenteraan peringkat individu kepada marksman peringkat organisasi. Proses perubahan untuk menjadi sebuah “Organisasi Marksman” tidak boleh dilakukan dalam tempoh singkat, tetapi akan menjadi tenaga penggerak ke arah mencapai kompentensi menerusi proses sistematik yang digambarkan 3.1(di atas)

Proses itu bermula dengan menyediakan pengetahuan, kemahiran dan kebolehan yang diperlukan bagi membentuk individu menjadi profesional tentera. Askar dilatih bukan sahaja untuk menjalankan fungsi teras mereka tetapi juga fungsi tambahan yang mempelbagaikan keupayaan mereka. Proses itu tidak terhenti pada peringkat Marksman individu, sebaliknya diteruskan ke arah memenuhi dua peranan utama Tentera Darat Malaysia. Peranan pertama ialah mempertahankan kedaulatan dan kepentingan negara dari sebarang ancaman luar dan yang kedua ialah melindungi masyarakat dari sebarang bentuk ancaman di dalam negara. Dengan demikian, konsep Marksman adalah untuk membina individu supaya menjadi profesional tentera sejati yang berkhidmat kepada masyarakat dan negara.


CIRI-CIRI MARKSMAN

Tuntutan zaman baru memerlukan askar yang berorientasikan ilmu pengertahuan dan memiliki kebolehan untuk memainkan perlbagai peranan. Askar kini sedar tentang strategi organisasi dan peranan yang dimainkan oleh mereka dalam menjalankan strategi itu. Memandangkan “Maruah dan Pengorbanan” menjadi ciri utama askar Malaysia, mereka menunjukkan tahap komitmen, pengorbanan diri dan sikap salaing mempercayai yang tinggi sebagai tunjang patriotisme mereka terhadap negara. Berdepan dengan persekitaran keselamatan yang cepat berubah, askar pada semua peringkat dikehendaki memiliki sifat-sifat yang menjadikan mereka analitis, kritis dan berfikiran terbuka dalam menjalankan tugas.

Menarik diperhatikan bahawa Dr Gary Hamel dalam bukunya, Competing the Future berpendapat: “perekayasaan (reengineering) terlalu kerap tertumpu kepada usaha untuk menyaingi dan bukan untuk mendahului persaiang”. Dengan menghayati kenyataan Dr. Hamel itu, budaya Marksman menekankan usaha mendahului pesaing dan merancang keperluan untuk masa depan. wawasan “210 Campur 10” Tentera Darat Malaysia ialah pelan penunjuk jalan ke arah mendahului pesaing. Wawasan bertujuan untuk menaikkan taraf dan mengukuhkan keupayaan pasukan berperisai dalam fasa pertama dan pengukuhan pasukan tempur dalam fasa kedua sehingga 2010. Fasa berikutnya melibatkan pembangunan pasukan pertengahan sehingga 2020. Pembangunan strategik ke arah mencapai pasukan objektif bagi

Tentera Darat akan di teruskan selepas 2020. Perencanaan dan pembangunan komprehensif akan berasaskan realiti dan cabaran keselamatan disertai dengan pembiayaan yang disediakan. Strategi pertahanan meliputi pertahanan kawasan darat, pasukan sediada dan perencanaan pasukan Tentera Darat akan datang.



Strategy Approach (Pendekatan Strategi) ialah pendekatan yang memerlukan perancangan jangka panjang yang menentukan keperluan bagi masa depan. Ia termasuk perubahan teknologi, pembangunan sumber manusia dan sistem logistik yang baik untuk menghadapi persekitaran keselamatan yang berubah-ubah. Pendekatan ini tertumpu kepada analisis dan perancangan. Pendekatan kedua ialah Human Asset Approach (Pendekatan Aset Manusia) yang menekankan kemajuan dan pembangunan individu. Ia mempengaruhi nilai, tingkahlaku dan sikap dalam organisasi untuk mencapai standard keberkesanan organisasi yang lebih tinggi. Pendekatan ini memberi penekanan kepada “cara organisasi melakukan sesuatu” Ketiga ialah Expertise Approach (Pendekatan Kepakaran) yang bertujuan untuk meningkatkan pengertahuan, kemahiran dan teknologi organisasi bagi mencapai kelebihan dalam persaingan. Dalam konteks ketenteraan, pembangunan sumber manusia dalam hubungan dengan kemajuan teknologi akan meningkatkan kecekapan tempur organisasi dengan cara paling berkesan. Tujuan pendekataan ini adalah untuk mendapatkan orang yang sesuai dengan kepakaran yang sesuai bagi menjalankan tugas yang sesuai.

Berikutnya ialah Box Approach (Pendekatan Kotak) yang mempercayai bahawa kejayaan sesebuah organisasi bergantung kepada kebolehan untuk memuaskan hati pelanggan secara konsisten. Dalam konteks ketenteraan, pelanggan luar ialah kerajaan yang memberi keutamaan kepada pertahanan negara daripada serangan luar. Pendekatan ini menekankan dasar dan prosedur, serta memantau pelaksanaan. Akhir sekali tetapi tidak kurang penting ialah Change Approach (Pendekatan Perubahan) yang menekankan penciptaan semula secara berterusan dan memberi motivasi kepada anggota untuk berubah. Gabungan pendekatan tersebut boleh digunakan untuk merealisasikan wawasan organisasi. Tentera Darat Malaysia juga menggunakan pendekatan pengurusan yang berbeza-beza dalam melaksanakan wawasan 2 10 + 10.

Pada setiap fasa prinsip, kita perlu menganalisis ddanbersikap kritis semasa merangka pengertahuan, kemahiran dan kebolehan yang diperlukan. Albert Einstein berkata: “Imaginasi lebih penting dari pengetahuan”. Kita perlu bersifat imaginatif dan membayangkan keperluan pada setiap fasa dan seterusnya menentukan langkah-langkah yang perlu di ambil. Seperti yang dinyatakan oleh Stephen Covey dalam bukunya 8th Habit, “Wawasan ialah imaginasi yang digunakan”. Kita perlu mewujudkannya dalam fikiran dan secara fizikal mengadakan langkah-langkah untuk menjadikan realiti. Kejayaan mencapai sasaran dari dalam diri kita dan hanya kemudia boleh disalurkan ke dalam organisasi. Perlu sentiasa diingati bahawa: “Kejayaan peribadi tidak bergantung kepada perkara yang kita ketahui untuk memimpin tetapi dengan mengetahui perkara yang perlu kita ketahui dan mengambil teraju pimpinan”.

Jika kita ingin berjaya menjadi pemimpin, kita perlu merebut setiap peluang untuk belajar tentang kepimpinan. Kita perlu mula memimpin dengan sikap proaktif dan mengambil tanggungjawab daripada kedudukan kita sekarang. Mula mempelajari kemahiran berfikir, kemahiran membuat keputusan dan membina kebolehan yang sesuai apabila kita memerhatikan pemimpin yang kita kagumi. Mengambil semua Perdana Menteri negara kita setakat ini sebagai contoh, sifat yang terlintas dalam fikiran saya ialah komitmen mereka terhadap pembangunan dan kemajuan negara.

Kita mungkin tidak mampu mencapai sesuatu sasaran pada peringkat negara, tetapi sekurang-kurangnya kita boleh mencapai sesuatu pada peringkat kita berada sekarang. Jadikan para pemimpin tersebut dan selainnya yang kita kagumi sebagai mentor kita dan belajar memimpin sebelum mencapai kedudukan yang kita sasarkan. Ada satu perpatah yang bermaksud:

Seorang pemimpin Marksman yang Hebat.

Saya seorang dan hanya seorang

Saya tidak berdaya berbuat semuanya

Namun saya boleh berbuat sesuatu

Apa yang boleh saya buat ....

Saya mesti buat. ......

Sumber tidak dikenali

Oleh yang demikian, kita boleh mencapai sesuatu dalam kedudukan kita sekarang. John C. Maxwell dalam bukunya, The 360 Degrees Leaders menyarankan: “Kita tidak perlu berada di peringkat atasan untuk memimpin tetapi kita perlu mengambil inisiatif memimpin dari kedudukan kita sekarang untuk membawa perubahan”. Justeru itu, kita perlu bersungguh-sungguh berkata kepada diri kita sendiri, “Saya pemimpin hebat dalam organisasi saya” dan meyakini kata-kata itu. Inilah langkah pertama dalam perjalanan kita sebagai pemimpin.

MEMAINKAN PERANAN MEMIMPIN

Selain belajar tentang kepimpinan menerusi kajian dan pemerhatian, kita perlu memainkan peranan itu. Mainkan peranan utama walaupun sesuatu tugas itu kecil atau kurang penting. Kita perlu cepat mengambil inisiatif walaupun tanpa panduan atau arahan sewajarnya seperti sikap yang ditunjukkan oleh minda tentera. Dengan mengambil tanggungjawab sedemikian, kita akan dapat membangunkan profesionalisme kita dan meningkatkan potensi keupayaan kita. Serentak dengan itu, orang di sekeliling kita akan melihat dan mengambil perhatian terhadap sikap bertanggungjawab kita dalam melaksanakan tugas. Jika kita boleh memimpin dalam menjalankan tugas kecil, maka kita juga boleh memimpin dalam melaksanakan tugas besar. Kaedah mudah untuk menggambarkan proses memaikan peranan memimpin ditunjukkan di bawah. Ia berkaitan dengan kata-kata Sun Tzu: “Kenali diri sendiri dan kenali musuh anda dan anda boleh memenangi seribu pertempuran”. Daripada perspektif kepimpian, kata-kata itu boleh diungkapkan semula sebagai “Kenali diri sendiri dan kenali orang disekeliling kita dan kita boleh merealisasikan sesuatu”.

MARKSMAN DALAM TENTERA DARAT MALAYSIA

Sebaik-baiknya setiap askar menjadi seorang Marksman dalam mengendalikan senjatanya. Dalam pertempuran di darat, kejayaan bergantung kepada cara bertempur dan menggunakan senjata yang berkesan. Walaupun pertempuran pada alaf baru sering kali melibatkan peluru berpandu jarak jauh, pasukan meriam dan pesawat udara, pasukan terakhir yang menguasai kawasan darat yang ditawan ialah tentera darat. Justeru itu, bukan sahaja askar yang perlu menjadi Marksman, tetapi juga unit atau formasi yang diberi kepercayaan untuk memenangi pertempuran dengan menggunakan taktik dan teknik sesuai digandingkan dengan mengoptimumkan sumber. Oleh sebab manusia ialah senjata paling asas, budaya Marksman perlu bermula dengan askar yang menjadi penentu mutlak dalam perang kerana dialah orang di sebalik senjata. Dengan demikian, kajian semula secara berterusan mengenai ilmu pengetahuan, kemahiran dan profesionalisme ketenteraan perlu dijalankan untuk memastikan askar dilengkapi pengetahuan terkini mengenai cabaran keselamatan yang muncul. Perkara ini penting kerana askar itulah yang menentukan kesediaan Tentera Darat Malaysia untuk bertempur. Askar itu juga yang boleh melakukan sebaliknya.

Ketika Tentera Darat Malaysia melangkah lebih jauh memasuki alaf baru, persoalan mengenai apa yang memacu pembangunan dan transformasi Tentera Darat diberi keutamaan. Cabaran keselamatan utama pada alaf baru adalah untuk melindungi dan mempertahankan kepentingan negara Malaysia. Cabaran ini tidak berubah sejak penubuhan Angkatan Tenetera Malaysia, tetapi cara kepentingan itu dipertahankan telah banyak berubah sejak itu. Corak pertahanan yang digunakan terhadap gerila komunis dari 1960-an hingga akhir 1980-an terbatas dalam lingkungan sempadan negara, sedangkan skop pertahanan masa kini telah berkembang untuk meliputi wilayah sekeliling dan sumber maritim. Justeru itu, pertahanan negara memerlukan usaha pasukan bersama melibatkan Tentera Darat, Tentera Laut dan Tentera Udara, dan bukan usaha yang dilakukan oleh satu perkhidmatan sahaja. Selain menyahut cabaran beroperasi dalam persekitaran bersama, Tentera Darat perlu juga mencapai objektifnya untuk membangunkan sebuah pasukan tentera yang berkredibiliti dan relevan.

Tentera Darat Malaysia perlu memiliki kredibiliti untuk mencegah sebarang bentuk serangan luar dan memiliki keupayaan untuk mengatasi sebarang ancaman keselamatan dalaman yang muncul. Pada waktu yang sama, stuktur pasukan Tentera Darat mestilah releven untuk menyahut cabaran dinamik dalam persekitaran keselamatan. Mengambil kira perkara itu, saya sekarang akan melihat bagaimana Tentera Darat Malaysia boleh diurus menerusi prinsip-prinsip Marksman.

ASET NEGARA: "MASTERY THE KNOWLEDGE IS POWER"

Di atas adalah sebahagian petikan dari apa yang di tulis Jen. (B) Tan Sri Dato' Seri Abdul Aziz Zainal dalam bukunya Marksman Abad ke 21.

Jelas beliau telah memperlihatkan keintellektualisme dirinya dalam mentransformasikan ATM (Darat) menjadi angkatan kredibiliti dan responsibiliti mencabar alaf. Membudayakan ilmu (Sains) sebagai teras pengupayaan membangunkan suatu angkatan (Armed forces) bersifat proaktif dan

dinamik sejajar dengan amanah yang diberi pertanggongjawaban oleh negara ATM telah melalui "shift of Paradigm". Namun di sana kekecewaan itu berlaku apabila "Aset" tersebut telah ditamatkan secara mengejut dari perkhidmatannya. Dalam keadaan negara memerlukan "Anak Watan" seumpamanya, tangan-tangan ghaib (Illuminati) telah memainkan peranan mengeluarkannya dari ATM bagi melemahkan dan menggagalkan wacana Marksman Abad ke 21 tersebut.

'UNDUR SECARA SENYAP' TANPA PENGHORMATAN ...

Mengambil kata-kata Lt Kol Mohd Radzi bin Abd Hamid dalam blognya Pene Celoreng

Pada hemat saya, atas alasan apa sekalipun, seorang jeneral yang pernah memimpin pasukan di Bosnia, wajar diberi tempoh sekurang-kurangnya sebulan untuk beliau bersedia untuk bersara. Oleh kerana tentera memiliki tradisinya sendiri yang telah dipraktikkan sekian lama, seperti perbarisan persaraan, lawatan akhir, dll, maka tempoh ini diperlukan.

Setelah bersara atau berhenti, kita tidak lagi mengadakan perbarisan persaraan bagi seseorang. Tidak pernah berlaku. Mungkin ini satu kesilapan atau satu keputusan yang terpaksa ditelan. Mungkin juga 'mainan politik' ini mempunyai sebab tersendiri yang kukuh dan logik tetapi kita tidak mengetahuinya. Jika ada alasan yang munasabah, baguslahh. Tetapi sebagai staf yang pernah berkhidmat di bawah pemerintahan jeneral ini sejak sekian lama, saya semestinya tahu hati budi jeneral ini. saya berdoa semoga seorang jeneral dan keluarganya dikurniakan Allah SWT selaksa kesabaran.

Kalau seorang jeneral boleh diperlakukan sedemikian rupa, bagaimana pula dengan saya ni. Seekor tungau yang kelihatan dek mata kasar kerana warnanya merah. Kalau tidak bewarna, mungkin tak nampak. Saya berdoa kepada Allah SWT semoga perjalanan saya dijauhkan perkara atau kejadian sebegini. Amin.

___________________________

hussin said...

too much of politics hence back-bitings and bickerings. when one cannot differentiate between professionalism and pleasing the political masters, one has chosen to be at the mercy of those whom one's pleases.

11 Julai 2010

APAHAL DENGAN PANGLIMA ATM DIPENCENKAN SECARA MENGEJUT ?

Kisah penamatan perkhidmatan Panglima Angkatan Tentera Malaysia pada 1 Sep 2009 benar-benar membangkitkan kemarahan kebanyakan anggota tentera dari pangkat bawahan hinggalah ke peringkat atasan, dari yang telah bersara hinggalah rakyat yang simpati dengan perjuangan perajurit kita.

Apakah penamatan khidmat Jeneral Tan Sri Aziz Zainal dibuat tanpa terlebih dahulu mendapat perkenan Yang DiPertuan Agong ?

Seorang Panglima Angkatan Tentera hanya diberi masa 3 hari untuk menyerah tugas. Seorang Panglima Angkatan Tentera telah ditamatkan perkhidmatan sedangkan rumah persaraan belum disiapkan lagi.

Inikah balasan kerajaan terhadap Panglima Angkatan Tentera ? Jika seorang Panglima diperlakukan demikian apatah lagi anggota bawahan.

Peralihan kepimpinan Angkatan Tentera baru-baru ini memeranjatkan kebanyakan orang, manakala bagi sebahagian lagi…ianya seperti dijangkakan. Saya terpaksa mengambil masa untuk memahami mengapa pemergian secara tiba-tiba Panglima Angkatan Tentera.

Tan Sri Abd Aziz Zainal, yang kelihatan bersara tanpa apa-apa penghormatan tentera seperti perbarisan kehormat, jamuan makan malam, lawatan ataupun menemui rakan-rakan dari Negara lain, terutamanya Negara-negara ASEAN.

Saya cuba untuk mendapatkan penjelasan dari beberapa pegawai yang masih bertugas dan juga yang sudah bersara mengenai persaraan mengejut Jen. Aziz Zainal, tetapi ramai yang bersetuju bahawa apa jua alasan, adalah tidak wajar kerajaan menyuruh Jen. Aziz zainal bersara secara mengejut.

Tidak pernah berlaku dalam sejarah Angkatan Tentera dimana seorang Panglima Tentera diperlakukan demikian. Sekurang-kurangnya, Angkatan Tentera memberikan perbarisan kehormat untuk mengucapkan selamat jalan kepada Panglima Angkatan Tentera yang akan bersara.

Saya tidak mahu membuat spekulasi ataupun berkata apa-apa yang boleh menyinggung perasaan Je. Aziz zainal. Tetapi saya merasakan ada sesuatu yang tidak kena, dan ini akan menyebabkan pegawai-pegawai yang masih bertugas dan pegawai kanan tentera yang sudah bersara untuk membelanya, dan menganggap kerajaan tidak memberikan penghargaan atau penghormatan yang sepatutnya, kepada seorang Panglima Angkatan Tentera yang akan bersara. Sudah semestinya, saya adalah diantara mereka yang beranggapan sama seperti mereka.

Saya diberitahu bahawa Jen. Aziz Zainal sepatutnya bersara pada Ogos 2007 pada umur 56 tahun pada masa itu, tetapi selepas dilantik sebagai Panglima Angkatan Tentera pada Februari 2007, beliau ditawarkan untuk berkhidmat selama setahun berkuatkuasa dari tarikh perlantikannya sebagai Panglima Angkatan Tentera, yang sepatutnya berakhir pada hujung Januari 2008.

Sekali lagi beliau ditawarkan setahun lagi yang sepatutnya berakahir pada Januari 2009, lebih kurang enam bulan dari umur persaraan wajib, iaitu 58 tahun. Selepas menamatkan perkhidmatan sambungan kali kedua pada Januari 2009, beliau telah ditawarkan sekali lagi sehinggalah 1 September 2009.

Saya diberitahu bahawa beliau sekarang didalam cuti peralihan selama 5 bulan sehingga 31 Januari 2010. Secara keseluruhan, Jen. Aziz Zainal berkhidmat sebagai Panglima Angkatan Tentera selama 2 tahun 6 bulan.

Saya tidak faham, bagaimana kerajaan, terutamanya Kementerian Pertahanan boleh mengumumkan penyerahan tugas Jen Abd. Aziz kepada Panglima Angkatan Tentera yang baru beberapa sebelum Majlis Angkatan Tentera bersidang. Pengalaman saya sebelum ini ialah, sebarang keputusan Majlis Angkatan Tentera tentang perlantikan Panglima Angkatan Tentera yang baru, memerlukan perkenan Yang Di Pertuan Agong sebelum sebarang pengumuman secara rasmi dibuat, dan selalunya ia mengambil masa.

Walau apapun alasan yang membawa kepada perlantikan Panglima Angkatan Tentera yang baru, saya berpendapat bahawa persaraan Jen Aziz Zainal adalah secara mengejut dan tidak memenuhi etika tentera yang biasanya diberikan kepada semua Panglima Angkatan Tentera sebelum ini. Seseorang itu perlu faham tentang status dan kedudukan Panglima Angkatan Tentera didalam tentera dan juga dikalangan masyarakat, dan amat mengecewakan apabila mengetahui cara Jen Aziz meninggalkan perkhidmatan tentera.

Adalah diharapkan, bahawa tidak ada lagi peristiwa sebegini berulang lagi dan setelah berkhidmat didalam Bahagian Perjawatan Angkatan Tentera, adalah tidak salah kalau saya katakan, bahawa Bahagian tersebut patut dipersalahkan. Begitu juga Ketua Setiausaha Kementerian Pertahanan, yang juga Setiausaha kepada Majlis Angkatan Tentera.

Artikel diatas diterjemahkan dari artikel asal yang bertajuk,

THE SUDDEN DEPARTURE OF THE ARMED FORCES CHIEF IS ABNORMAL,

ulisan Mohd. Arshad Raji. Seorang bekas pegawai tentera.

http://mindnoevil.blogspot.com/2009/09/corruption-malaysian-tragedy.html